PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar terus menunjukkan komitmen dalam merealisasikan berbagai program prioritas pembangunan. Sabtu 9 Mei 2026.

Satu per satu program yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat kini mulai terealisasi dan memberikan dampak nyata di berbagai sektor kehidupan warga Kota Pekanbaru.

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, percepatan pembangunan dilakukan secara masif, mulai dari pembenahan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, hingga peningkatan pelayanan publik. Berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah dinilai semakin terukur dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Salah satu kebijakan yang paling dirasakan warga ialah penurunan tarif parkir kendaraan bermotor. Kebijakan tersebut mendapat respons positif karena dinilai mampu membantu meringankan pengeluaran masyarakat di tengah tingginya biaya hidup perkotaan.

Di sektor lingkungan hidup, Pemerintah Kota Pekanbaru menggencarkan Gerakan Serbu Sampah dengan membentuk 83 Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di seluruh kelurahan. Program tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Pemerintah juga mengambil langkah tegas terhadap aktivitas pembuangan sampah ilegal yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah titik kota.

Penataan wajah kota turut dilakukan melalui penertiban 175 tiang reklame yang dinilai melanggar aturan. Langkah ini dinilai penting dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperindah tata kota Pekanbaru.
Dalam bidang pelayanan administrasi kependudukan, masyarakat kini semakin dimudahkan dengan hadirnya Mobil AMAN, layanan jemput bola yang langsung menyasar lingkungan masyarakat untuk mempercepat pengurusan dokumen kependudukan.
Persoalan banjir yang selama ini menjadi perhatian utama warga juga mulai ditangani secara bertahap. Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer serta perbaikan drainase dan daerah aliran sungai sepanjang 109,5 kilometer.
Sebanyak 20 titik rawan banjir kini menjadi prioritas penanganan pemerintah guna mengurangi risiko genangan saat musim hujan.
Sebagai bagian dari visi Pekanbaru Green City, sekitar 15 ribu pohon ditanam di berbagai kawasan perkotaan guna meningkatkan kualitas udara dan menjaga keseimbangan lingkungan.
Kepedulian sosial Pemerintah Kota Pekanbaru juga terlihat melalui penyaluran bantuan untuk daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berupa bantuan tunai dan sembako bernilai miliaran rupiah.
Di sektor pendidikan, berbagai program strategis mulai dijalankan, mulai dari pemberian beasiswa jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an, hingga program Zero Putus Sekolah guna menekan angka anak putus sekolah.
Dari hasil pendataan pemerintah, sebanyak 1.778 anak dengan berbagai persoalan sosial berhasil dijangkau, sementara 757 anak di antaranya kembali melanjutkan pendidikan.
Pemerintah juga membantu penyelesaian persoalan ijazah tertahan serta menyediakan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu.
Untuk mendukung program wajib belajar 13 tahun, Pemko Pekanbaru merealisasikan program 1 PAUD 1 Kelurahan yang terintegrasi dengan layanan posyandu. Kompetensi kader posyandu juga terus ditingkatkan guna mendukung percepatan penurunan angka stunting.

Di bidang kesehatan, masyarakat kini dapat menikmati layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mulai berjalan bagi peserta didik serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Pada sektor budaya dan olahraga, Kota Pekanbaru berhasil meraih Juara II MTQ Tingkat Provinsi Riau serta sukses menggelar MTQ ke-57 tingkat kota. Festival Kreatif Budaya Melayu turut digelar sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM lokal.
Pemerintah kota juga sukses menggelar Event Lari Pekanbaru 10K dan meresmikan Stadion Mini Gelora Hang Tuah sebagai sarana olahraga masyarakat.

Dalam upaya pemberdayaan masyarakat, Pemko Pekanbaru menggulirkan bantuan Rp100 juta per RW. Sementara di lingkungan pemerintahan, pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 menjadi bagian dari penguatan kualitas pelayanan publik.
Perbaikan infrastruktur kota juga terus dipercepat. Pemerintah mencatat lebih dari 42 kilometer jalan telah diperbaiki, 42 halte direvitalisasi, lampu penerangan jalan dipasang di sejumlah titik, hingga penyediaan layanan wifi gratis di fasilitas publik.
Untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, pemerintah juga menggelar bazaar pangan murah di 50 lokasi guna menjaga daya beli warga.

Dalam tata kelola pemerintahan, Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil melunasi utang warisan daerah sebesar Rp467 miliar. Proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pun kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam.

Peningkatan pelayanan keamanan masyarakat diwujudkan melalui pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 yang disiapkan untuk merespons berbagai kondisi darurat secara cepat dan terpadu.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mulai mengembangkan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi sebagai langkah menuju sistem pengelolaan lingkungan modern dan berkelanjutan.

Atas berbagai capaian tersebut, Wali Kota Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 atas keberhasilannya menekan angka kemiskinan dan stunting.

Percepatan Program Strategis Nasional (PSN) juga terus berjalan. Program Makan Bergizi Gratis kini didukung 27 dapur umum yang mampu memproduksi sekitar 3.000 hingga 3.500 porsi makanan per hari.

Sebanyak 83 Koperasi Merah Putih berbadan hukum juga telah terbentuk di seluruh kelurahan di Kota Pekanbaru. Pemerintah turut mempercepat digitalisasi pendidikan melalui penyediaan smartboard di sekolah negeri, sementara pembangunan Sekolah Rakyat masih berada pada tahap persiapan.

Dalam sektor perumahan, Pemko Pekanbaru telah membangun 42 unit rumah layak huni dan merehabilitasi 12 rumah warga. Selain itu, pembangunan jaringan gas kota kini telah mencapai sekitar 20 ribu sambungan rumah tangga.

Berbagai capaian tersebut menjadi bukti bahwa kepemimpinan Agung–Markarius tidak hanya menghadirkan visi pembangunan, tetapi juga merealisasikannya secara nyata demi mewujudkan Kota Pekanbaru yang maju, nyaman, dan lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat. (Adv)